Sabtu, 25 Januari 2014

Cool na? :) Now Learn How to create one by Clicking here


Jumat, 24 Januari 2014

Etika lingkungan

Manusia umumnya bergantung pada keadaan lingkungan sekitar (alam) yang berupa sumber daya alam sebagai penunjang kehidupan sehari - hari, seperti pemanfaatan air, udara, dan tanah yang merupakan sumber alam yang utama . lingkungan yang sehat dapat terwujud jika manusia dan lingkungan dalam kondisi yang baik.
Krisis lingkungan yang terjadi pada saat ini adalah efek yang terjadi akibat dari penggelolaan atau pemanfaatan lingkungan manusia tanpa menghiraukan etika. dapat dikatakan bahwa krisis ekologis yang dihadapi oleh manusia berakar dalam krisis etika atau krisis moral.
Manusia kurang peduli terhadap norma-norma kehidupan atau mengganti norma-norma yang seharusnya dengan norma-norma ciptaan dan kepentingannya sendiri. Manusia modern menghadapi alam hampir tanpa menggunakan ‘hati nurani. Alam dieksploitasi begitu saja dan mencemari tanpa merasa bersalah. Akibatnya terjadi penurunan kualitas sumber daya alam seperti pinahnya sebagian spesies dari muka bumi, yang diikuti pula penurunan kualitas alam. Pencemaran dan kerusakan alam pun akhirnya mencuat sebagai masalah yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari manusia.   
Etika Lingkungan berasal dari dua kata, yaitu Etika dan Lingkungan. Etika berasal dari bahasa yunani yaitu “Ethos” yang berarti adat istiadat atau kebiasaan. Ada tiga teori mengenai pengertian etika, yaitu: etika Deontologi, etika Teologi, dan etika Keutamaan. Etika Deontologi adalah suatu tindakan di nilai baik atau buruk berdasarkan apakah tindakan itu sesuai atau tidak dengan kewajiban. Etika Teologi adalah baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan atau akibat suatu tindakan. Sedangkan Etika keutamaan adalah mengutamakan pengembangan karakter moral pada diri setiap orang. 
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lain baik secara langsung maupun secara tidak langsung 

Jadi, etika lingkungan merupakan kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan lingkungannya.etika lingkungan diperlukan agar setiap kegiatan yang menyangkut lingkungan dipertimbangkan secara cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga.

Hal-hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan penerapan etika lingkungan sebagai berikut:
a.    Manusia merupakan bagian dari lingkungan yang tidak terpisahkan sehngga perlu menyayangi semua kehidupan dan lingkungannya selain dirinya sendiri.
b.   Manusia sebagai bagian dari lingkungan, hendaknya selalu berupaya untuk emnjaga terhadap pelestarian , keseimbangan dan keindahan alam.
c.    Kebijaksanaan penggunaan sumber daya alam yang terbatas termasuk bahan energy.
d.   Lingkungan disediakan bukan untuk manusia saja, melainkan juga untuk makhluk hidup yang lain.

Jenis-Jenis Etika Lingkungan
Etika Lingkungan disebut juga Etika Ekologi. Etika Ekologi selanjutnya dibedakan dan menjadi dua  yaitu etika ekologi dalam dan etika ekologi dangkal. Selain itu etika lingkungan juga dibedakan lagi sebagai etika pelestarian dan etika pemeliharaan. Etika pelestarian adalah etika yang menekankan pada mengusahakan pelestarian alam untuk kepentingan manusia, sedangkan etika pemeliharaan dimaksudkan untuk mendukung usaha pemeliharaan lingkungan untuk kepentingan semua makhluk. 
  1.  Ekologi dangkal (Shallaw ecology) 

merupakan paradigma yang menekankan pada aspek pemenuhan kebutuhan manusia. Konsep ini mendudukkan lingkungan sebagai sarana yang dimanfaatkan demi kebutuhan manusia. Dengan demikian, ekologi dangkal bersifat antroposentris dalam artian mendudukkan manusia sebagai makhluk superior yang punya wewenang bebas dalam melakukan eksploitasi dan pemanfaatan lingkungan demi kebutuhannya. 

Secara umum, Etika ekologi dangkal ini menekankan hal-hal berikut ini :
1.   Manusia terpisah dari alam.
2.   Mengutamakan hak-hak manusia atas alam tetapi tidak menekankan tanggung jawab manusia.
3.   Mengutamakan perasaan manusia sebagai pusat keprihatinannya.
4.   Kebijakan dan manajemen sunber daya alam untuk kepentingan manusia.
5.   Norma utama adalah untung rugi.
6.   Mengutamakan rencana jangka pendek.
7.   Pemecahan krisis ekologis melalui pengaturan jumlah penduduk khususnya    dinegara miskin.
8.   Menerima secara positif pertumbuhan ekonomi.
 2. Ekologi dalam (Deep ecology) merupakan etika yang memandang bahwa manusia merupakan bagian integral dari lingkungannya. Konsep ini menempatkan sistem etika baru dan memiliki implikasi positif dalam kelestarian alam 
Etika Ekologi ini memiliki prinsip yaitu bahwa semua bentuk kehidupan memiliki nilai bawaan dan karena itu memiliki hak untuk menuntut penghargaan karena harga diri, hak untuk hidup dan hak untuk berkembang. Premisnya adalah bahwa lingkungan moral harus melampaui spesies manusia dengan memasukkan komunitas yang lebih luas. Komunitas yang lebih luas disini maksudnya adalah komunitas yang menyertakan binatang dan tumbuhan serta alam. 
Secara umum etika ekologi dalam ini menekankan hal-hal berikut :
1.      Manusia adalah bagian dari alam.
2.      Menekankan hak hidup mahluk lain, walaupun dapat dimanfaatkan oleh manusia, tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang.
3.      Prihatin akan perasaan semua mahluk dan sedih kalau alam diperlakukan sewenang-wenang.
4.      Kebijakan manajemen lingkungan bagi semua mahluk.
5.      Alam harus dilestarikan dan tidak dikuasai.
6.      Pentingnya melindungi keanekaragaman hayati.
7.      Menghargai dan memelihara tata alam.
8.      Mengutamakan tujuan jangka panjang sesuai ekosistem.
9.      Mengkritik sistem ekonomi dan politik dan menyodorkan sistem alternatif yaitu sistem mengambil sambil memelihara.  
Kedua Etika Lingkungan memiliki beberapa perbedaan-perbedaan seperti diatas. Tetapi bukan berarti munculnya etika lingkungan ini memberi jawab langsung atas pertanyaan mengapa terjadi kerusakan lingkungan. Namun paling tidak dengan adanya gambaran etika lingkungan ini dapat sedikit menguraikan norma-norma mana yang dipakai oleh manusia dalam melakukan pendekatan terhadap alam ini. Dengan demikian etika lingkungan berusaha memberi sumbangan dengan beberapa norma yang ditawarkan untuk mengungkap dan mencegah terjadinya kerusakan lingkungan. 
Etika Lingkungan Islam
Beberapa firman Allah SWT dalam al - Qur'an yang berkaitan dengan etika lingkungan.:
Manusia sebagai Khalifah dimuka bumi (Q.S. al- Baqarah : 30)

Al Baqarah Ayat 30
Artinya : 
Dan(ingatlah) ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat."Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Mereka berkata, "Apakah engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?"Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui ap yang tidak kamu ketahui."
  
Manusia sebagai pemangku mandat Allah dalam hal pemeliharaan (Q.S. al- An'am : 102, Q.S Az-Zumar : 13) 

(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. 


Katakanlah: "Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar jika aku durhaka kepada Tuhanku".

Etika islam tidak melarang manusia untuk memanfaatkan alam, namun hal tersebut harus dilaksanakan secara seimbang dan tidak berlebihan. hal ini terdapat dalam ayat berikut :
Terjemahan Q.S Al - An'am141. Dan Dialah yang menjadikan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasany, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan yang tidak serupa(rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya(zakatnya) pada waktu memetik hasilnya, tapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.
  

 ayat di atas memberi informasi kebolehan memanfaatkan tanaman. serta Q.S al - An'am : 142 yang menunjukan kebolehan memanfaatkan binatang dan memakannya.


Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. 

- See more at: http://rovisulistiono.blogspot.com/2013/10/etika-lingkungan.html#sthash.Oqz4yaKe.dpuf

E GOVERNMENT about RUMAH singgah

Greetings from Mary’s Cancer Kiddies volunteers! In the year since our last newsletter we have continued to cover costs of treatment for children with cancer whose families are too poor to pay and where government insurance schemes are not filling the gap. Here we provide an update on developments and our plans. We hope you find this useful and welcome your comments.

Changes to government health insurance
There have been major changes in the assistance available to poor families with children suffering from cancer over the past year.
For a period, the vast majority of treatments and medicines for these children were covered by a government health insurance scheme, Askeskin. As a result, MCK focused on paying for one-off expenses that were not included in the scheme, such as MRIs, emergency treatments (blood transfusions, emergency operations, etc) and palliative care (primarily provision of pain relief).
Unfortunately, government miscalculations regarding the high level of demand for Askeskin, coupled with recent revelations of corruption in it implementation, have caused the system to break down. Hospital claims are outstanding, an increasing number of patient claims are not being covered, and the resolution to the problem is unclear.
Impact on families and MCK
The consequence of this is that poor families are once again facing enormous financial burdens in order to cover the cost of their children’s cancer treatment. Not surprisingly, the demand for MCK assistance has grown substantially and we are now covering a broader range of costs, including chemotherapy and radiotherapy treatments.
This demand is set to continue unless or until the problems related to the government insurance scheme is resolved. In the short term, this does not seem likely. Even if it were to happen, there would remain aspects of childhood cancer treatment uncovered by the scheme and the need among very poor families will remain for an alternative source of funding to meet the shortfall.
In response to requests from doctors at Cipto hospital, since June 2007 MCK has secured a sponsor who has been providing modest financial assistance to cover one-off costs of children suffering from infectious diseases and other ailments other then cancer. This includes illnesses such as tetanus, HIV, tuberculosis, acute diarrhea and malnutrition.  Costs per diagnoses or treatment are on average Rp 90.000 (€ 7). These patients are usually eligible for some government assistance but MCK covers costs pending completion of necessary paperwork.
One such patient for whom the prognosis of a full recovery is excellent is eight-year-old Feni who has typhoid.
Feni
Rumah Singgah Anak (Children’s Drop-In Centre)
Rumah Singgah Anak
MCK has also rented, renovated and furnished a house near to one of the hospitals for use by the families of children who are receiving treatment.
Changing lives
We realize that MCK’s assistance is only a tiny initiative that can help just a very limited number of children. However, for the families concerned the impact can be enormous.
One of the children of whom we are most proud is 12-year-old Abiyyu, He was diagnosed three years ago with Retinoblastoma (eye cancer), since when he has successfully completed his treatment and his cancer is in remission. It is not an exaggeration to say that without MCK his story would have been very different. In June 2004, halfway through Abiyyu’s treatment, his family had sold everything they owned and borrowed heavily to pay for his medical bills, and were preparing to take Abiyyu home because they could no longer cover the costs.
Hero, Abiyyu (centre) and Mum
MCK was able to step in and help to cover his treatment costs and MCK donations paid for a temporary glass eye that Abiyyu will use until he can have a permanent prosthetic eye implanted.
Today Abiyyu leads a normal life like other boys his age. He goes to school, is a keen football player, and loves Play Station. The photo, left, taken in July, shows the enormous progress Abiyyu has made as he stands proudly with his brother and mother.
Dharmais and Cipto Hospital, Jakarta
MCK has continued over the past year to concentrate our assistance in Jakarta where most cancer specialists and cancer hospitals are located, primarily in Dharmais Hospital, which houses the only special ward in the country for treating children with cancer, and Cipto Hospital.
Since January, MCK has provided funds to assist approximately 30 children. They include children as young as 18 months, through to children in their early teens. Many of the children live in the Greater Jakarta area, although others are referred to hospitals in the capital from all over Indonesia.
Jela
One of them is four-year old Jela, an only child from Tangerang whose father is a minibus driver. She has stage 4 reitinoblastoma cancer and was successfully operated on in early October to remove a tumor the size of a soccer ball. Just one day later she was able to play at the computer which previously was impossible due to the weight of the tumor on her face.  MCK has been assisting with the cost of her monthly chemotherapy treatment as well as costs of wound dressing to cover the tumor.
Eleven-year-old Ahmad Jaelani has advanced rhabdomyosarcoma, a soft tissue cancer. The eldest of three chldren, his father is a motorbike taxi driver and his mother is a housewife. Ahmad has been having chemotherapy treatment for the past year and this has successfully reduced the size of the tumour on his right eye. MCK has been assisting with the costs of his treatment since August.
Ahmad Jaelani
Jakarta Free Spirit Zoo Run
MCK arranged for forty-three patients and parents to join the fun at the annual Zoo Run in May. Our thanks to all those who helped make it such a memorable day.
Read Full Post »

YKAKI Peduli

  • Menggalang dana serta mengharapkan dukungan dari berbagai pihak yang "peduli" pada anak penderita kanker.
  • Menyediakan fasilitas tempat tinggal sementara yang dapat dipergunakan oleh pasien serta keluarganya.
  • Fasilitas yang dilengkapi tempat belajar maupun tempat bermain bagi anak-anak penderita kanker.
 

Tahukah Anda?

  • Diperkirakan pada tiap 1 juta anak akan ditemui 120 anak menderita kanker tiap tahunnya.
  • Pengobatan kanker pasti memerlukan biaya tinggi, namun kanker pada anak dapat disembuhkan apabila dideteksi secara dini dan memperoleh pengobatan dan perawat yang sebaik-baiknya.
  • Pengobatan serta perawatan kanker pada anak memakan waktu 3 bulan - 2.5 tahun.
  • Kurangnya fasilitas yang tersedia bagi keluarga serta pasien yang menjalani rawat jalan ataupun rawat inap di rumah sakit.
  • Bahwa umumnya pasien dalam keadaan rentan/imunitas menurun oleh karena pengobatannya
  • Pengobatan dan perawatan yang berkesinambungan melalui rawat inap maupun rawat jalan sangat menentukan keberhasilan kesembuhannya.
  • Bahwa umumnya pasien bertempat tinggal di pinggiran Jakarta(JABODETABEK) atau diluar propinsi DKI Jakarta
 
 

Persyaratan untuk menempati RUMAH KITA

  • Dalam perawatan di rumah sakit terdekat.
  • Mendaftar pada Koordinator RUMAH KITA dan melengkapi persyaratan yang ada.
  • Bersedia merawat, menjaga segala perabotan yang ada serta memasak secara bersama-sama, mencuci sendiri segala peralatan makan/minum/sprei dan menjaga kebersihan RUMAH KITA baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama dengan penghuni lainnya.
  • Menjaga keamaan serta ketertiban di RUMAH KITA maupun lingkungan sekitarnya baik sendiri serta bersama-sama penghuni lainnya serta mematuhi segala peraturan yang ada di RUMAH KITA.
  • Dilarang keras merokok di RUMAH KITA.
  • Membayar sebesar Rp.5.000,- perkeluarga/hari.   (KELUARGA = pasien dan 1 pendamping)
 

Apa peranan rumah singgah RUMAH KITA?

  • Rumah kedua yang dikelola secara bersama-sama dengan keluarga lainnya secara penuh kekeluargaan dan gotong royong.
  • Rumah untuk berkumpul bersama keluarga pasien yang lainnya yang memungkinkan untuk bercengkerama dan bersosialisasi serta sharing.
  • Fasilitas berisitirahat sementara bagi orang tua atau pendamping bila anaknya sedang rawat inap di rumah sakit.
  • Rumah kedua yang tersedia bagi pasien yang sedang menjalani pengobatan rawat inap atau rawat jalan di rumah sakit, bersama orang tua dan pendamping.
  • Rumah yang memungkinkan untuk menyiapkan makanan, masak, mencuci pakaian seperti di rumah sendiri.
  • Rumah yang memungkinkan anak-anak bermain, bersenda gurau, belajar yang dikelola secara profesional oleh guru-guru (Sarjana pendidikan dan Psikologi)